Rabu, 15 Februari 2017

Jangan Ragu Terima Lamaran Lelaki Saleh

   Kumala, sebut saja demikian namanya. Selepas kuliah disebuah universitas favorit dikota kelahirannya. ia aktiv mengajar disebuah sekolah menengah swasta. Penyandang gelar sarjana pendidikan itu selanjutnya harus berteman dengan orang yang usianya tak sebaya dengannya.
     Posisi sebagai yunior kerapkali harus rela menerima perlakuan yang menguras emosi. Rekan-rekan kerjanya banyak yang melancarkan "candaan" Maklum, Kumala belum menikah. Beragam pendekatan dari pada lelaki seperti tak terhitung menyapa dirinya, baik yang secara langsung, maupun tidak. Beberapa diantara lelaki itu berusaha mendapatkan prhatian dengan berbagai cara, namun Kumala tenang-tenang saja.
       Kumala sudah faham tentang bagaimana harus bersikap dan bergaul. meski sering disanjung-sanjung di media sosial, namun dirinya sama sekali tidak terpengaruh. Sikapnya tegas dalam hal jodoh. yakni hanya menerima lelaki shaleh yang bersegera membawanya untuk ijab qabul. Ada ungkapan Arab yang menjadi penguat Prinsipnya "Kullun Muyassarun lima khuliqa lah". segala sesuatu akan dimudahkan menuju apa yang ia ciptakan untuknya.
         Benar saja, Kumala menerima pinangan seorang lelaki yang sesungguhnya asing, namun menurut kesaksian kakaknya, ia tergolong lelaki yang saleh. Perkenalannya tak lebih dari satu bulan. Kumala menikah dengan lelaki pilihan sang kakak. kini mereka hidup bahagia bersama tiga buah hati yang selalu menemani hari-harinya.
        Mengerti tentang lelaki saleh sangat penting bagi stiap muslimah, namun kadangkala ada yang keliru dalam menentukan pilihan. Kalau tidak merasa cinta, Bagaimana Bisa ?. Ada lelaki datang, rajin ibadah, mapan, dan kturunan baik-baik, si Muslimah tetap merasa bimbang, hatinya berkata "Aku belum bisa mencintainya.". Padahal, kriteria pasangan yang baik menurut tuntutan Rasulullah SAW sama sekali tidak menyebut kata cinta didalamnya. Kata Nabi SAW, yang perlu dipertimbangkan adalah akhlak (Agama), nasab, paras, baru finansial. dan sebaik-baik kriteria adalah agamanya. Jadi, tidak ada syarat kita harus punya rasa cinta. Cinta adalah Sesuatu yang tumbuh seiring dengan interaksi intens seseorang. Istilah jawa mengatakan " Tresno jalaran Soko kulino" Artinya, Cinta Hadir Karena Terbiasa.

MANTAPKAN DIRI

   Sangatlah wajar jika setiap orang yang hendak menikah..termasuk yang jahat sekalipun...mendamba pasangan yang saleh/salehah. Allah SWT, telah menetapkan bahwa lelaki shalih hanya akan bertmu dengan Muslimah yang salehah."Perempuan-prempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)" (An-Nur [24]: 26).
       Secara garis besar, lelaki saleh dapat digambarkan sebagai lelaki yang bersih jiwanya, lurus aqidahnya, dan benar amalnya. Secara fisik; darah, daging, dan tulang belulangnya brsih dari benda-benda haram. Sedangkan batinnya brsih dari kotoran kejiwaan, seperti munafik, fasik, zhalim, dan segala maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia terbiasa menghidupkan malam-malamnya dengan tilawah dan senantiasa menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar."Mereka itu tidak sama, diantara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu dimalam hari, sedang mereka juga bersujud. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kpada (mengerjakan) berbagai kebajikan, mereka itu termasuk orang-orang yang shalih." (Ali Imran [3]: 113-114). Menurut Ibnu Katsir, ayat tersebut berkaitan dengan Ahlul-Kitab yang masuk islam. Mereka Lantas menjadi golongan yang menjalankan perintah Allah SWT, mentaati syariat-Nya, serta mengikuti Nabi-Nya. Mereka istiqamah, mendirikan shalat tahajjud, dan Membaca Al-Quran. Semua amalan itu adalah amalan Muslim yang Shaleh.
        Hendaknya seorang gadis Muslimah menerima pinangan lelaki sesuai Kriteria ayat diatas, Prosesnya bisa melalui ta'aruf maupun diperkenalkan oleh orang terpercaya. "Jika telah datang kepadamu seseorang yang engkau setuju akhlak dan agamanaya, maka nikahkanlah ia. jika tidak, akan timbul fitnah dimuka bumi ini dan kehancuran yang besar." (Riwayat Tirmidzi). Satu diantara bukti penerimaan itu adalah tidak mempersulit proses ijab qaul dengan mahalnya mahar. rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik perempuan ialah yang paling ringan maharnya." (Riwayat Thabrani). Soal mahar bahkan bisa dituntaskan dengan syarat yang amat sederhana dari bukti keimanan seorang lelaki. kenapa mesti berbelit-belit?. Suatu saat seorang sahabat ingin menikah, namun tidak memiliki mahar dalam bentuk barang. Rasulallah SAW pun menyuruh agar mencari apa yang ada dirumahnya, mesti sebuah cincin besi. Tetapi, itu pun tidak punya. Gagalkah Pernikahannya? ....Tidak, Rasulullah SAW, Lantas bertanya, "Apa yang kau hafal dari al-Quran?" Jawabnya, "Saya hafal surah ini dan surah itu." Rasulullah SAW, Menegaskan, "Benar-benar engkau menghafalnya didalam hatimu?" sahabat itu menjawab, "Iya" Maka Rasulullah SAW kemudian brsabda, "Bila demikian, baiklah, sungguh aku telah menikahkan engkau dengan wanita ini dengan mahar berupa surah-surah al-Quran yang ngkau hafal"(Riwayat Bukhari)

Oleh karena itu, setiap gadis Muslimah hendak memahami kriteria lelaki saleh. Pastikan kesalehannya itu dengan beragam cara, misalnya melalui orangtua, pendidikan, pergaulan, termasuk kesaksian dari orang-orang yang dapat dipercaya. Jika semua kriteria kesalehan telah terang benderang, maka janganlah ragu untuk menerimanya Segera IJAB QABUL !!!

*Dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah 

Semoga bermanfaat wahai Kawan-kawanku semua :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar